Tata Ruang

PELUANG INVESTASI DITINJAU DARI RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN BANGKALAN

RENCANA STRUKTUR RUANG

  1. RENCANA HIRARKI PERKOTAAN

    Kabupaten Bangkalan dibagi menjadi beberapa tingkatan hirarki yang disebut sebagai PKN atau Pusat Kegiatan Nasional. PKN tersebut dibentuk oleh perkembangan dan pertumbuhan kota. Sehubungan dengan adanya penentuan struktur kota-kota dalam Propinsi Jawa Timur yang menempatkan Kota Bangkalan (ibukota Kabupaten) sebagai Kawasan Perkotaan Metropolitan, berarti struktur kota-kota di kabupaten Bangkalan akan mengikuti hirarki tersebut (PKN, PKL ,PPK Dan PPL ).

  2. RENCANA SISTEM PERWILAYAHAN

    Dalam kerangka ini, untuk penyebarluasan kegiatan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Bangkalan , maka ditetapkan Sub Satuan Wilayah Pengembangan (SSWP).

Sesuai dengan konsep dan strategi penataan ruang, maka sistem perwilayahan di Kabupaten Bangkalan dibagi menjadi 6 Sub Satuan Wilayah Pengembangan(SSWP). Masing-masing pusat SSWP akan memiliki fungsi dan peran sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

  1. SSWP I yang meliputi Kecamatan Bangkalan, Socah dan Burneh . Dengan Kota Bangkalan sebagai pusatnya.

    Fungsi Kegiatan :
    Perdagangan skala regional dan lokal
    Pertanian
    Perkebunan
    Peternakan
    Industri dan pergudangan
    Jasa transportasi angkutan darat
    Jasa pemerintahan umum skala regional

  2. SSWP II yang meliputi Kecamatan Kamal , Labang, Tragah dan Kwanyar. Dengan IKK Labang ( Kawasan Kaki Jembatan Suramadu ) sebagai pusat pertumbuhan.

    Fungsi Kegiatan :
    Industri dan pergudangan skala regional
    Perdagangan skala regional dan lokal
    Pertanian
    Peternakan
    Jasa transportasi darat

  3. SSWP III yang meliputi Kecamatan Arosbaya, Geger, Klampis dan Sepulu. Dengan IKK Klampis ( kawasan pelabuhan peti kemas ) sebagai pusat pertumbuhan.

    Fungsi Kegiatan :
    Jasa Transportasi angkutan laut
    Industri dan pergudangan skala regional
    Pariwisata
    Pertanian
    Perikanan

  4. SSWP ( Sub Satuan Wilayah Pengembangan) IV yang meliputi Kecamatan Blega, Modung dan Konang. Dengan IKK Blega sebagai pusat pertumbuhan.

    Fungsi Kegiatan :
    Pertanian
    Peternakan
    Perkebunan
    Industri kecil
    Perdagangan skala lokal

  5. SSWP ( Sub Satuan Wilayah Pengembangan) V yang meliputi Kecamatan Tanjungbumi dan Kokop. Dengan IKK Tanjungbumi sebagai pusat pertumbuhan.

    Fungsi Kegiatan :
    Pertanian
    Perikanan
    Peternakan
    Angkutan laut
    Industri kecil dan kerajinan rakyat
    Pariwisata

  6. SSWP ( Sub Satuan Wilayah Pengembangan) VI yang meliputi Kecamatan Tanah Merah dan Galis. Dengan IKK Tanah Merah sebagai pusat pertumbuhan.

    Fungsi Kegiatan :
    Pertanian
    Perkebunan
    Peternakan
    Transportasi darat


DILINEASI KAWASAN PRIORITAS PEMBANGUNAN

Dalam Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 1997 Tentang Rencana Tata`Ruang Wilayah Nasional telah ditentukan beberapa definisi kawasan yang menjadi prioritas pengembangan wilayah. Kawasan – kawasan prioritas ini dalam ketentuan diatas memiliki definisi sebagai berikut :

  1. Kawasan Cepat Tumbuh:

    Merupakan Kawasan yang telah berkembang atau potensial untuk dikembangkan, yang memiliki keunggulan geografis dan produk unggulan yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi wilayah sekitarnya yang mempunyai orientasi regional atau global, yang dicirikan oleh adanya aglomerasi kegiatan ekonomi dan sentra-sentra produksi/distribusi, adanya potensi sumberdaya dan sektor unggulan yang dapat dikembangkan.

  2. Kawasan Tertinggal:

    Merupakan Kawasan yang memiliki kondisi sosial, ekonomi dan fisik relatif tertinggal dibandingkan daerah lain atau sekitarnya, yang dicirikan oleh adanya permasalahan: rendahnya tingkat kesejahteraan dan ekonomi masyarakat, keterbatasan Sumberdaya Alam (rendahnya produktifitas lahan/kritis minus), rendahnya aksesibilitas dan terbatasnya ketersediaan prasarana dan sarana kawasan, serta rendahnya kualitas Sumberdaya Manusia


RENCANA SISTEM PRASARANA WILAYAH

  1. TRANSPORTASI DARAT / Pengembangan Jaringan Jalan
    1. Jalan lintas Selatan: Kamal — Labang — Kwanyar — Modung — Sreseh (Sampang)
    2. Jalan Lintas Utara: Kota Bangkalan — Arosbaya — Klampis — Sepulu — Tanjung Bumi
    3. Jalan Lintas Tengah: Sepulu — Tanah Merah — Kwanyar
    4. Jalan Lintas Tengah: Tanjung Bumi — Blega — Modung
    5. Jalan arteri primer interchange Burneh — kws. Internasional hub di Klampis
    6. Jalan sirip akses suramadu — telang — pelabuhan khusus Socah
    7. Jalan sirip akses suramadu — kota Bangkalan
    • Pembangunan Terminal tipe A di Akses Suramadu, Desa Masaran, Kec. Tragah
    • Revitalisasi jaringan Kereta Api
    • Pengembangan Pelabuhan Kamal sebagai alternative penyeberangan dan kawasan wisata bahari
  2. TRANSPORTASI LAUT

    Pembangunan Pelabuhan khusus di Kecamatan Socah

    Pembangunan internasional hub di kecamatan Klampis

    Pengembangan pelabuhan regional di Tanjung Bumi dan Sepulu

  3. PRASARANA TELEMATIKA

    Pengembangan Jaringan fixed telepon ke seluruh wilayah kabupaten

    Pembangunan Base Transceiver Station (BTS) terpadu

  4. PRASARANA SUMBER DAYA AIR

    Pembangunan embung di kawasan-kawasan rawan air

    Pembangunan waduk Blega untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, dan industri

    Pembangunan jaringan irigasi baru untuk memperluas kawasan pertanian irigasi teknis

  5. PRASARANA ENERGI

    Pengembangan PLTG di desa Gili, Kecamatan Kamal

    Pembangunan PLTU di kawasan utara Bangkalan dengan kapasitas 100 MW

  6. PRASARANA LINGKUNGAN

    Pengembangan TPA berbasis 3R di Desa Buluh, kecamatan Socah

    Pembangunan TPA regional di kecamatan Tanah Merah


RENCANA KAWASAN BUDIDAYA KAWASAN KEHUTANAN, PERTANIAN, PERKEBUNAN DAN PERIKANAN

KAWASAN HUTAN

Wilayah Kabupaten Bangkalan memiliki kawasan hutan yang tersebar secara tidak merata pada wilayah kecamatan. Sebagian kawasan hutan ini ada di bagian pinggiran, dimana diantara kawasan hutan ini masih ada yang dimanfaatankan sebagai hutan produksi. Jenis hutan yang terdapat di Kabupaten Bangkalan didominasi oleh kawasan hutan rakyat yang tersebar merata di 18 kecamatan. Dari hasil sosialisasi ternyata banyak kawasan hutan yang mengalami penggundulan sehingga dapat membahayakan kawasan di sekitarnya baik berupa longsor, banjir bandang, dan bencana kekeringan.

Secara keseluruhan hutan di Kabupaten Bangkalan 12.341,63 Ha atau 9 % dari luas Kabupaten Bangkalan dimana luas hutan produksi terbesar terdapat di kecamatan Geger seluas 2.810 Ha dan yang terkecil terdapat di kecamatan Arosbaya seluas 45 ha. Hutan produksi ini juga juga sebagai perlindungan terhadap DAS Blega sebesar 30 % dari luas DAS Blega seluas 41.138,75 Ha yang ada dikabupaten Bangkalan.

KAWASAN PERTANIAN

Bila dibagi menurut penggunaan lahannya, maka kawasan pertanian terbagi menjadi kawasan pertanian sawah, tegalan, kebun campur, perkebunan, hortikultura, peternakan dan perikanan

Kawasan pertanian jenis ini di kabupaten Bangkalan banyak dijumpai pada wilayah utara terutama pada kecamatan Burneh , Tanjungbumi , Arosbaya dan sebagian di Kecamatan Socah. Dengan semakin tingginya perubahan fungsi tanah pertanian menjadi kawasan terbangun, maka untuk mempertahankan kawasan pertanian khususnya sawah beririgasi teknis dan lahan abadi pertanian pangan (sawah abadi) ini perlu ditingkatkan intensifikasinya. Untuk menunjang peningkatan dari nilai manfaat melalui peningkatan pelayanan irigasi dari setengah teknis menjadi teknis dan sederhana menjadi setengah teknis. Pengembangan sawah selain padi juga dilakukan penerapan sistem mina padi, tumpang sari dan sebagainya

  1. Tegalan

    Tegalan tanah kering merupakan penggunaan tanah yang memiliki luasan terbesar di Kabupaten Bangkalan. Keberadaan akan kawasan ini di Kabupaten Bangkalan menyebar di seluruh kecamatan terutama pada daerah yang kurang mendapatkan air dan mengandalkan air hujan (tadah hujan), dimana untuk peningkatan nilai manfaat dilakukan melalui penerapan sistem pergiliran, tumpang sari dan sebagainya. Luas lahan ini di Kabupaten Bangkalan secara keseluruhan mencapai 42,65 % dari luas Kabupaten atau 53.987 Ha.

  2. Perkebunan

    Di Kabupaten Bangkalan perkebunan banyak terdapat di Kecamatan Geger, Kecamatan Burneh, Kecamatan Konang, dan kecamatan kokop. dimana untuk pemanfaatan dilakukan dengan peningkatan produktivitas dan perlindungan kawasan.

Berdasarkan komoditasnya, pengembangan perkebunan dapat dibagi dalam dua kelompok yakni perkebunan tanaman tahunan seperti: cengkeh, kopi, kelapa, dan perkebunan tanaman semusim antara lain berupa: tebu, jambu mente, tembakau dsb. Adapun luas kawasan perkebunan di kabupaten Bangkalan adalah 14.538 Ha atau 11,49 % dari luas kabupaten.

  1. Peternakan

    Di Kabupaten Bangkalan terdapat beberapa kecamatan yang memiliki potensi pengembangan peternakan baik ternak besar maupun ternak kecil. Khusus untuk Sapi dan Domba dikembangkan di semua kecamatan. Adapun pengembangan dapatl dilakukan perencanaan sentra ternak yang meliputi sebagai berikut :

    • Pengembangan ternak Unggas yang berpusat di Kecamatan Bangkalan. Wilayah pengembangan sentra produksinya meliputi pada sentra-sentra produksi unggas di Kabupaten Bangkalan.
    • Pengembangan Hewan ternak yang berpusat di Kecamatan Tanah Merah. Wilayah pengembangan sentra produksinya meliputi pada sentra-sentra produksi ternak hewan di Kabupaten Bangkalan.
  2. Perikanan

    Pengembangan sektor perikanan yang dikembangkan di Kabupaten Bangkalan berupa perikanan laut dan darat, baik berupa perikanan kolam maupun tambak. Mengingat Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu kawasan pesisir, dimana ada 10 Kecamatan berbatasan langsung dengan laut, maka khusus untuk sektor perikanan ini dikembangkan di beberapa wilayah tersebut.

    1. Perikanan Tangkap

      Sektor perikanan tangkap yang terdapat di Kabupaten Bangkalan, banyak dikembangkan didaerah pesisir diantaranya di Kecamatan Kamal, Labang, Kwanyar, Socah, Bangkalan, Arosbaya, Tanjung Bumi, Sepulu, dan Klampis.

    2. Perikanan Darat

      Sektor perikanan darat yang dikembangkan di Kabupaten Bangkalan, diantaranya adalah perikanan tambak, yang dikembangkan di kecamatan Kamal, Kwanyar, MOdung, Blega, Socah, Bangkalan, Arosbaya, Tanjung Bumi, Sepulu, dan Klampis.


RENCANA KAWASAN BUDIDAYA KAWASAN PERMUKIMAN, PERDAGANGAN DAN JASA

Kawasan permukiman pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua kelompok yakni permukiman permukiman perdesaan dan perkotaan. Rencana pengembangan kawasan permukiman di Kabupaten Bangkalan secara keseluruhan adalah 13.028,72 Ha atau 10,29 % dari wilayah kabupaten Bangkalan. Di dalam kawasan pemukiman didalamnya sudah termasuk fasilitas perumahan, perdagangan, jasa, pendidikan, dan Ruang Terbuka Hijau.

Luas Pemukiman, Perdagangan dan Jasa

NO KECAMATAN PEDESAAN PERKOTAAN
1 KAMAL 367 312
2 LABANG 128 453
3 KWANYAR 169 394
4 MODUNG 73 597
5 BLEGA 267 551
6 KONANG 204 503
7 GALIS 112 905
8 TANAH KONANG 204 503
9 TRAGAH 169 234
10 SOCAH 301 434
11 BANGKALAN 723 152
12 BURNEH 439 439
13 AROSBAYA 312 325
14 GEGER 154 754
15 KOKOP 164 749
16 TANJUNG BUMI 279 435
17 SEPULU 122 199
18 KLAMPIS 160 574
TOTAL 4.390 8.716

RENCANA BUDIDAYA KAWASAN PERINDUSTRIAN

Kegiatan industri mempunyai prospek pengembangan yang sangat baik, terutama berdasarkan perkembangan ekonomi global, di mana investasi dapat mengalir tanpa adanya kendala batas administrasi. Prospek perkembangan industri yang baik di Kabupaten Bangkalan juga didukung oleh kebijakan pembangunan Jembatan Suramadu, yang akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap perkembangan investasi di Kabupaten Bangkalan.

Pada kawasan industrI di Kecamatan Labang dan Tragah terdapat kawasan seluas 300 ha yang merupakan kawasan pengendalian ketat pada akses Suramadu. Kawasan ini memerlukan pengawasan secara khusus dan dibatasi pemanfaatannya untuk mempertahankan daya dukung, mencegah dampak negatif dan menjamin proses pembangunan yang berkelanjutan. Kawasan pengendalian ketat tersebut meliputi Kawasan 200 ha di kaki jembatan Suramadu dan 25 ha Interchange Morkepek dan 50 ha di Interchange Burneh. Serta 25 ha berupa jalan akses Suramadu.

NO KECAMATAN LUAS KAWASAN (Ha)
1 Kec. Labang 600
2 Kec. Tragah 640
3 Kec. Socah 800
4 Kec. Arosbaya 300
5 Kec. Klampis 1.600
TOTAL 3.940 Ha

RENCANA BUDIDAYA KAWASAN PARIWISATA

Ditinjau dari karakteristik dan potensi obyek-obyek wisatanya, pola pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Bangkalan dapat dikelompokkan kedalam 3 kategori yaitu kawasan wisata alam, wisata religi, dan wisata minat khusus/budaya. Selanjutnya pengembangan pariwisata di Kabupaten Bangkalan ini dapat dikembangkan melalui pembentukan zona wisata, yaitu :

  1. Zona Pesisir Selatan , meliputi obyek wisata yang terdapat di Kecamatan Kwanyar, Labang dan Kamal (Pantai Rongkang , Wisata Bahari kawasan kaki jembatan Suramadu , , Taman Satwa, Outbond area di Kecamatan Labang)
  2. Zona Kota Bangkalan , meliputi obyek wisata yang terdapat di Kecamatan Socah , Bangkalan , dan Burneh ( Wisata pemandian Jokotole di kecamatan Socah , Mercusuar Sembilangan di kecamatan Bangkalan , Wisata religi Makam Syaechona Khollil di kecamatan Bangkalan , wisata sejarah benteng belanda dan Museum Cakraningrat di kecamatan Bangkalan dan wisata budaya pagelaran Kerapan sapi di Desa Bancaran Kecamatan Bangkalan, serta kawasan wisata minat khusus disekitar interchange morkepek)
  3. Zona pesisir utara , meliputi obyek wisata di Kecamatan Arosbaya , Sepulu dan Tanjungbumi (Wisata budaya makam Aer mata ebuh di kecamatan Arosbaya , wisata pantai Maneron di kecamatan Sepulu , wisata Pantai Sereng Kemoneng di kecamatan Tanjungbumi, wisata batik Madura di Kecamatan Tanjungbumi);
  4. Zona Gunung Geger , meliputi obyek wisata Gunung Geger yang terdapat di Kecamatan Geger Elevasi 125m dpl dengan suhu rata-rata 28 C pada siang hari, suhu rata-rata 24*C pada malam hari, kecepatan angin kurang lebih 10 knot, merupakan satu-satunya daerah sejuk di Kabupaten Bangkalan dan merupakan daerah yang tertinggi di Pulau Madura. Sebuah arca yang menyerupai Duarapala dengan memegang tongkat, terpahat pada salah satu bagian tebing kapur. Kemungkinan besar masih banyak peninggalan purbakala yang belum ditemukan ataupun terkubur. Peninggalan budaya sejarah masa lalu yang tak ternilai harganya Dua buah gua yang berada di dekat makam RA Tunjung Sekar, dinamakan gua putra dan gua putri. Pintu masuk kecil dan merupakan satu-satunya masuk ke gua dengan cara membungkuk. Gua ini dibentuk dan dindingnya halus, tidak terdapat stalaktit maupun stalakmit. Pada bagian dasar gua terdapat lobang besar dan lebih menyerupai sebuah bentuk makam.

SURAMADU SEBAGAI KAWASAN STRATEGIS EKONOMI

Kawasan Kaki Jembatan Suramadu (KKJS) direncanakan sebagai pintu gerbang masuk menuju Pulau Madura didesain untuk mengoptimalkan keuntungan strategis lokasional kawasan tersebut dengan mengembangkan fungsi kegiatan perdagangan, industri dan pariwisata. Kawasan ini direncanakan sebagai generator pengembangan sektor ekonomi sekunder di Pulau Madura. Arahan Pola ruang kawasan tersebut adalah:

Kawasan Niaga : Central Business District, Pasar Seni, Industri kerajinan & makanan, hotel

Kawasan Wisata & Rekreasi : Taman Wisata air, wisata bahari, Taman Satwa, outbond area, taman budaya.

Kawasan perumahan

Kawasan fasilitas umum: terminal, rest area,

Pada kawasan industry di Kecamatan Labang dan Tragah terdapat kawasan seluas 300 ha yang merupakan kawasan pengendalian ketat pada akses Suramadu.

Kawasan ini memerlukan pengawasan secara khusus dan dibatasi pemanfaatannya untuk mempertahankan daya dukung, mencegah dampak negatif dan menjamin proses pembangunan yang berkelanjutan. Kawasan pengendalian ketat tersebut meliputi Kawasan 200 ha di kaki jembatan Suramadu dan 25 ha Interchange Morkepek dan 50 ha di Interchange Burneh. Serta 25 ha berupa jalan akses Suramadu.