Sarana Prasarana

Sampai dengan Bulan Mei Tahun 2018 pertumbuhan kegiatan penanaman modal di Kabupaten Bangkalan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pada periode ini tercipta 219 unit kegiatan penanaman modal dengan jumlah investasi Rp. 243.972.500,00 dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 917 orang. Sektor–sektor yang mempunyai potensi investasi cukup baik antara lain industri kemaritiman, pertambangan, perikanan, perumahan, pariwisata dan industri rumah tangga. Potensi dan peluang ini didukung oleh pelayanan perijinan yang telah dikembangkan menjadi pelayanan satu pintu oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bangkalan.



ENERGI LISTRIK

Kondisi sarana dan prasarana energi listrik di Bangkalan dalam keadaan baik dan cukup memadai untuk meningkatkan perekonomian masyarakat terutama untuk memenuhi kebutuhan pembangunan Madura pasca Jembatan Suramadu. Kebutuhan listrik dipasok melalui Jaringan Interkoneksi Jawa Madura Bali melalui jaringan bawah laut. Jaringan ini masuk dari PLTG Gresik melalui Gardu Induk Kamal dan kemudian disalurkan ke semua penjuru Madura. Namun demikian Bangkalan juga memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gili Timur yang berfungsi sebagai Penyangga Jaringan Interkoneksi Jawa Madura Bali dengan Kapasitas Terpasang 2 x 16 MW yang terletak di Desa Gili Timur, Kecamatan Kamal, Bangkalan, yang pada keadaan darurat mampu memenuhi kebutuhan minimal listrik Pulau Madura secara mandiri.



AIR BERSIH

Kebutuhan air bersih untuk penduduk dan dunia usaha di Kabupaten Bangkalan sebagian besar bergantung dan dipenuhi Perusahaan Daerah Air Minum “Sumber Pocong“ Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Pemanfaatan optimal mata air Sumber Pocong dan air permukaan yang lain baik dari kapasitas terpasang (terdistribusi) PDAM maupun yang masih belum terpakai (idle) masih akan memenuhi kebutuhan pertumbuhan industri dan pemukiman Bangkalan seperti diproyeksikan pasca beroperasinya Suramadu.



TRANSPORTASI

Peresmian dan operasionalnya Jembatan Suramadu telah menghilangkan keterbatasan sarana transportasi dari Surabaya (Pulau Jawa) ke Bangkalan (Pulau Madura). Moda Transportasi darat di Bangkalan, dilayani oleh Angkutan Kota (Angkot), Angkutan Pedesaan (Angkudes), Angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) dan Angkutan Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) serta beberapa Transportasi Tradisionil lain seperti dokar, becak dan ojek roda dua melalui jaringan jalan raya yang sebagian besar telah beraspal dan berkondisi baik dengan didukung jalan lintas selatan yang sedang dikembangkan. Untuk transportasi laut, tersedia penyebrangan dengan kapal ferry selama 24 jam perhari dari pulau Jawa ke Madura atau sebaliknya. Untuk transportasi perdagangan antar pulau melalui Pelabuhan Kamal dan Pelabuhan Tanjung Bumi, serta akan dibangun pelabuhan alternatif peti kemas sebagai pengembangan pelabuhan peti kemas Surabaya.



AKOMODASI

Kebutuhan akomodasi di Bangkalan dipenuhi oleh beberapa penginapan berupa Hotel dan penginapan kelas melati yang kesemuanya berada di tengah kota Bangkalan. Hampir semua fasilitas akomodasi tersebut dilengkapi penginapan yang representatif, dengan tarif terjangkau dan berpendingin udara (AC). Namun demikian, kondisi ini pun masih dirasakan kurang dan memungkinkan investasi baru berupa pendirian hotel berbintang sejalan pertumbuhan Kabupaten Bangkalan maupun Madura yang strategis pasca beroperasinya Jembatan Suramadu.

Investasi di sektor Transportasi dan Akomodasi di Kab. Bangkalan sangat terbuka lebar seiring dengan kemajuan pembangunan di Kab. Bangkalan.



FASILITAS KESEHATAN

Fasilitas kesehatan, dilayani melalui Rumah Sakit Umum Pemerintah Kabupaten ”Syarifah Ambami Rato Ebhu” yang merupakan Rumah Sakit Type B dengan Fasilitas Bedah Sentral, Paviliun dan Kamar-Kamar Perawatan Kelas I, II Dan III dengan tenaga Dokter Spesialis dan perawat kesehatan yang cukup memadai.

Selain Rumah Sakit Daerah, Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Bangkalan juga dilayani oleh 22 Puskesmas ditiap Kecamatan, 6 Puskesmas Pembantu, dan 18 Puskesmas keliling dengan Tenaga Kesehatan yang juga cukup memadai. Hampir semua Puskesmas tersebut memiliki pelayanan klinik rawat inap dan Gawat Darurat (UGD) yang beroperasi 24 Jam.

Peluang investasi disektor kesehatan untuk swasta sangat terbuka lebar dengan semakin pesatnya pertumbuhan pembangunan Kab. Bangkalan. Pada masa mendatang Bangkalan memerlukan berdirinya pusat kesehatan swasta sebagai pelengkap sarana kesehatan yang dimiliki pemerintah.



SARANA-PRASARANA PENDIDIKAN DAN KETENAGA KERJAAN

Kondisi sarana dan prasarana Pendidikan di Kabupaten Bangkalan dalam keadaan baik dan sangat memadai dalam memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat. Kabupaten Memiliki Infrastruktur Pendidikan dari mulai Pendidikan Anak Usia Dini sampai dengan Pendidikan Tinggi baik Perguruan Tinggi Negeri maupun beberapa Perguruan Tinggi Swasta. Pada Pendidikan Dasar dan Menengah tiap Kota Kecamatan di Kabupaten Bangkalan telah memiliki SD, SMP dan SMA Negeri. Beberapa diantara Sekolah Negeri tersebut merupakan Sekolah Standar Nasional. Ditingkat Perguruan Tinggi, Kabupaten Bangkalan memiliki Perguruan Tinggi Negeri : Universitas Trunojoyo Madura yang berada di desa Telang Kecamatan Kamal, Satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Pulau Madura, selain itu masih terdapat beberapa Perguruan Tinggi Swasta, dibidang Ekonomi, Pendidikan maupun Kesehatan. Dengan Infrastrukur pendidikan yang ada dan ketersediaan tenaga kerja terlatih/terdidik di Bangkalan seperti ini merupakan potensi pemenuhan SDM yang terampil bagi perkembangan Bangkalan di kemudian hari.



SEKTOR PERDAGANGAN

Sektor perdagangan pada saat ini terkonsentrasi di Pasar Baru/Modern ”Ki Lemah Duwur” yang di terletak di Jalan Halim Perdana Kusuma (Ringroad) Bangkalan. Selain Pasar Modern ini, saat ini pemerintah daerah Kabupaten Bangkalan sedang merampungkan pembangunan sebuah Pusat Perniagaan sekaligus Mall pertama di Madura yang terletak satu kompleks dengan Pasar Baru/Modern ”Ki Lemah Duwur” yakni ”Bangkalan Plaza”.

Selain di Pusat Kota Kabupaten, tiap kecamatan juga memiliki pasar yang dikelola Pemerintah Daerah Kabupaten Bangkalan, beberapa diantaranya adalah Pasar-Pasar yang cukup Baik baik Fisik Bangunan dan Sarana Prasarananya. Untuk masa yang akan datang, kegiatan perdagangan di Kabupaten Bangkalan akan dipusatkan di Bangkalan Golden Triangle (Segitiga Emas Bangkalan), sebagai pusat perekonomian Bangkalan. Tempat yang dialokasikan meliputi Jalan Halim Perdana Kusuma di Pusat Kota Bangkalan, Pelabuhan Kamal di Kecamatan Kamal, dan Kecamatan Labang sebagai pintu masuk Jembatan Suramadu.

Peluang investasi disektor pedagangan sangat terbuka lebar dengan semakin pesatnya pertumbuhan pembangunan Kab. Bangkalan. Pada masa mendatang Bangkalan memerlukan berdirinya pusat perbelanjaan modern (Mall) atau pusat perniagaan lainnya.



SARANA PEMADAM KEBAKARAN

Kebutuhan Penanggulangan Bahaya Kebakaran dilayani oleh 2 Unit Mobil Pemadam Kebakaran dengan kemampuan siaga 24 Jam berikut shift personil dari Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Selain itu untuk Bangkalan Bagian Selatan terdapat unit bantuan pemadam dari Depo Amunisi (Arsenal) Pangkalan TNI. Angkatan Laut, Batuporon.



POS DAN TELEKOMUNIKASI

Kebutuhan Pos dilayani oleh PT. Pos Indonesia melalui 18 buah Kantor Pos yang telah mencakup semua wilayah Kecamatan.

Jasa telekomunikasi dilayani oleh semua operator telekomunikasi yang ada, dari mulai jaringan tetap telepon rumah (fixed line) sampai GSM dan CDMA. Selain itu di wilayah Bangkalan juga telah tersedia infrastruktur internet akses cepat (broadband) baik dial up maupun dan WiFi (Hotspot) yang merupakan kebutuhan telekomunikasi mutakhir saat ini.



SARANA BISNIS & PERBANKAN

Untuk fasilitas pendukung perekonomian yakni perbankan, di Kabupaten Bangkalan beroperasi 4 (empat) buah Bank Pemerintah/BUMN, 5 (lima) buah Bank Umum Swasta Nasional serta 1 (satu) Perusahaan Daerah Bank Perkeditan Rakyat Pasar (PD. BPR Pasar) Pemerintah Kabupaten Bangkalan.