Gambaran Umum

Secara geografis Kabupaten Bangkalan memiliki nilai strategis, karena paling dekat dengan Pulau Jawa. Dengan letak paling barat Pulau Madura, Bangkalan menjadi pintu gerbang lalu - lintas barang dan jasa yang menghubungkan Jawa dan Madura. Bahkan Bangkalan termasuk dalam pengembangan Area Metropolitan Surabaya (Surabaya Metropolitan Area/SMA), dimana diharapkan menjadi kutub pertumbuhan ekonomi di Propinsi Jawa Timur. Wilayah Kabupaten Bangkalan dengan luas 1.260.16 Km2, berbatasan dengan laut Jawa disebelah utara, Kabupaten Sampang di sebelah timur, serta Selat Madura di sebelah selatan dan barat. Jumlah penduduk Bangkalan tercatat sebanyak 926.559 jiwa dengan kepadatan rata – rata 735/ Km2, tersebar di 18 Kecamatan. Nilai PDRB Kabupaten Bangkalan pada tahun 2008 sebesar Rp. 6.066 Triliun berdasar harga konstan dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4.62 %.

Nilai strategis dan peran Kabupaten Bangkalan dalam investasi dan perdagangan semakin vital dengan selesai & beroperasinya Jembatan Nasional Suramadu yang menghubungkan Kabupaten Bangkalan di Madura dan Surabaya di Pulau Jawa. Bangkalan pun akhirnya merupakan bagian pusat pengembangan perekonomian Jawa Timur, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah strategis untuk mengelola wilayah Surabaya -Madura (Bangkalan) secara terkoordinasi, sistematis, terarah, dan terpadu. Hasil proyeksi pertumbuhan menunjukkan ekonomi Madura (termasuk Bangkalan) pada tahun 2018 diperkirakan akan berkembang pesat untuk industri padat modal, seperti : industri kimia, mineral, mesin dan elektronik. Industri sebagai engine of growth, diharapkan dapat mendorong perkembangan sektor lainnya, seperti perdagangan, bangunan dan konstruksi, transportasi dan komunikasi, seta jasa-jasa termasuk keuangan dan sewa ruang perkantoran.